Pesan di Peristiwa Awan Caping Gunung Merbabu

pesan di peristiwa awan caping gunung Merbabu

Gunung Merbabu menghasilkan fenomena alam yang berbeda daripada umumnya. Gunung yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, nampak mempunyai awan putih dengan dimensi yang sangat besar di atasnya. Jadi pesan di peristiwa awan caping gunung Merbabu memang cukup membuat penasaran banyak orang.

Selintas awan ini berupa semacam kubah ataupun caping( topi petani) yang seolah hendak menerkam bagian atas gunung. Pastinya perihal ini tiba- tiba viral serta jadi pembicaraan hangat melalui artikel yang diunggah para netizen.

Pastinya tiap fenomena mempunyai makna spesial di dalamnya. Secara geografi bisa jadi perihal ini dapat dipaparkan bersumber pada ilmu pengetahuan, tetapi gimana pemikiran dari sisi metafisika?

Bagi Praktisi Spiritual, Mbah Mijan fenomena Gunung Merbabu bercaping ini ialah suatu tanda- tanda alam. Alasannya bukan cuma Gunung Merbabu, sebagian gunung yang lain juga seketika mempunyai caping sepanjang 2019.

“ Gunung bertopi awan itu merupakan tanda- tanda alam. Mbah mencatat, sejauh 2019 terdapat sebagian gunung di Indonesia yang seketika bertopi awan. Gunung Rinjani, Lombok, NTB serta Gunung Ceremai, Cirebon, Jawa Barat pula hadapi perihal sama,” tutur Mbah Mijan dikala dihubungi Okezone.

Laki- laki bernama asli Samijan tersebut pula memandang fenomena gunung bercaping itu bagaikan suatu yang indah. Walaupun, caping tersebut tidak seindah aslinya. Terlebih bila dilihat dari jarak yang dekat. Jadi pesan di peristiwa awan caping gunung Merbabu menjadi

“ Boleh saja orang berpikiran kalau ini cuma fenomena alam biasa, apalagi terdapat yang mengabadikan foto topi awan dengan istilah keelokan. Jangan salah, jika dari dekat, fenomena ini merupakan gumpalan awan yang bercampur situs judi terpercaya pasir, debu, serta temperatur panas yang besar,” lanjutnya.

Mbah Mijan juga berpesan kepada para warga buat senantiasa berjaga- jaga serta senantiasa waspada. Alasannya tiap fenomena yang terjalin tentu mempunyai arti serta makna tertentu. Dia juga kesimpulannya mencontohkan sebagian kode alam yang silih mempunyai korelasi satu sama yang lain.

“ Kenapa aku berbeda komentar tentang topi awan? Karena alam memanglah memiliki kode. Contoh nyata, awan hitam ataupun mendung merupakan kode alam hendak turunnya hujan,” sambungnya.

Oleh karena itu, Mbah Mijan mengimbau warga supaya senantiasa berdoa serta berzikir supaya bisa bebas dari bermacam musibah. Dia juga berharap biar Indonesia dijauhkan dari seluruh berbagai musibah.

“ Sama halnya dengan Topi Awan di atas Gunung, itu ialah tanda- tanda hendak datangnya bermacam musibah, semacam letusan gunung serta gempa. Mudah- mudahan, negara ini dijauhkan dari musibah yang memakan korban jiwa,” tutupnya.

Postingan Terpopuler

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *