Asap Karhutla Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Asap Karhutla Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti Riau, Sumatera dan Kalimantan makin lama meresahkan masyarakat. Banyak grup orang yang rentan terkena dampaknya, tidak benar satunya ibu hamil. Apalagi asap Karhutla berbahaya bagi ibu hamil di saat ini.

Update knowledge Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) per 16 September 2016 di wilayah terdampak Karhutla lebih-lebih dinyatakan masuk ke level benar-benar berbahaya, lebih-lebih bagi ibu hamil. Khususnya di 6 provinsi, layaknya Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Anung Sugihantono menyatakan, bermacam efek kesehatan mengenai Karhutla mesti diwaspadai. Terutama bagi grup orang rentan, layaknya bayi, anak-anak, ibu hamil, hingga lansia.

“Untuk orang yang rentan, paling utama jangan dekat asap, menghindari asap, menyingkir jauh. Kurangi bersama cara barrier, gunakan masker, tinggal di rumah yang udaranya dibuat bersih bersama air purifier. Kalau tidak begitu, pencegahannya tidak ideal,” tutur Anung ditemui di Gedung Kemenkes RI, kawasan Kuningan, Selasa 17 September 2019.

Baca juga: Situs Judi Online 24 Jam

Kemenkes pun bertindak cepat dalam menangani efek asap Karhutla. Seperti halnya mendirikan pos kesehatan, rumah singgah bersama hawa bersih, mengirimkan tim medis hingga bagi-bagi masker.

Anung menegaskan, seseorang yang terpapar kabut asap ini tingkat bahayanya berbeda-beda. Misalnya saja bayi lahir prematur, risikonya lebih besar terkena influenza like illnes, ISPA hingga pneumonia. Memang benar jika asap Karhutla berbahaya bagi ibu hamil untuk janinnya.

Bahkan, dikarenakan air bersih terdampak Karhutla, tak sedikit masyarakat terkena diare. Itu berjalan dikarenakan lingkungan tidak bersih, sehingga air jadi kotor.

Ditemui terpisah, Spesialis Obstetri dan Ginekologi Dr dr Ali Sungkar, SpOG menerangkan, pada 7meter ibu hamil yang terpapar kabut asap bakal ringan mengalami hipoksia. Ganggguan hipoksia memicu kurangnya pasokan oksigen di dalam tubuh.

“Kalau ibunya kena hipoksia, bayinya termasuk terdampak. Dengan aliran darah yang tadinya banyak memiliki kandungan oksigen, selanjutnya pasokannya berkurang. Kalau oksigen kurang, janin pertumbuhan bakal terganggu,” papar Dokter Ali Sungkar.

Bukan itu saja, sambung Dokter Ali Sungkar, ibu hamil termasuk rentan mengalami problem kesehatan paru. Seperti infeksi paru termasuk penumpukan gas di paru yang berbahaya.

Postingan Terpopuler

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *