Thareq Kemal Habibie Pakai Penutup Mata Sebelah Karena Glaukoma

pakai penutup mata sebelah karena glaukoma

Kabar Presiden ke-3 B.J. Habibie meninggal dunia menjadi perhatian seluruh pihak. Momen duka tersebut menjadi perasaan sedih untuk bangsa Indonesia pun negara lain. Namun, sosok Thareq Kemal Habibie pun tak kalah menyita perhatian, terlebih sebab matanya. Dirinya pakai penutup mata sebelah karena glaukoma.

Ya, Thareq Kemal Habibie tampil di depan publik dengan penutup mata serupa bajak laut. Tampilan layaknya itu dia menyatakan sementara berhadapan dengan awak media, memberi tambahan info duka, Rabu (11/9/2019).

Thareq udah mencuri perhatian. Namun, hingga sekarang belum tersedia pengakuan langsung darinya kenapa penutup mata tersebut dikenakan. Apakah ‘gaya-gayaan’ atau memang menutupi sesuatu yang terjadi pada matanya, hal ini belum diketahui pasti.

Namun, netizen menyatakan jika Thareq mengalami glaukoma. Pernyataan itu disampaikan akun Instagram @deshie.susanti. “Kalau nggak tidak benar glaukoma. Mohon maaf sekiranya tersedia salah,” katanya seraya menjawab pertanyaan berasal dari akun @gengsuriyadi.

Lebih lanjut, Okezone mendapatkan informasi berasal dari sumber yang tak idamkan disebutkan namanya yang menyatakan hal serupa tentang Thareq Kemal Habibie. Menurutnya, Thareq menutup matanya sebab dia mengalami masalah pada mata. “Thareq manfaatkan penutup mata kayaknya sebab glaukoma,” katanya langsung kepada Okezone, Jumat (13/9/2019).

Sumber ini sanggup berspekulasi demikianlah sebab sepengetahuannya Thareq bolapelangi ini pernah bertubuh gemuk. Lalu dia dikabarkan sakit dan berat badannya jadi berkurang layaknya sekarang ini.

Sebelum manfaatkan penutup mata layaknya sekarang, sambungnya, Thareq pernah menutup matanya dengan perban putih. Kondisi ini terjadi sekitar setahun yang lalu. Namun, tidak tersedia yang menanyakan termasuk kenapa matanya diperban. Dengan pakai penutup mata sebelah karena glaukoma memang sebuah hal wajar.

“Jadi, ya, jika menurut saya, Thareq manfaatkan penutup mata sebab mengalami glaukoma. Dia pernah bertubuh besar dan sekarang berkurang dan ini sepertinya tersedia kaitannya dengan penyakit di matanya,” papar sumber.

Jika benar Thareq menutup matanya sebab persoalan glaukoma, maka Anda sanggup mengenalinya berasal dari gejala-gejala ini.

Dikutip berasal dari Web MD, glaukoma sendiri merupakan suatu kondisi yang membawa dampak rusaknya pada saraf optik mata dan menjadi lebih tidak baik berasal dari sementara ke waktu. Ini kerap dikaitkan dengan penumpukan tekanan di di dalam mata. Glaukoma cenderung diwariskan dan bisa saja tidak nampak hingga di sesudah itu hari.

Peningkatan tekanan, yang disebut tekanan intraokular, sanggup mengakibatkan kerusakan saraf optik, yang mentransmisikan gambar ke otak. Jika rusaknya berlanjut, glaukoma sanggup membawa dampak hilangnya penglihatan permanen. Tanpa pengobatan, glaukoma sanggup membawa dampak kebutaan permanen total di dalam sebagian tahun.

Kebanyakan orang dengan glaukoma tidak punyai tanda-tanda awal atau rasa sakit. Anda wajib datang ke dokter mata Anda secara tertib agar dia sanggup mendiagnosis dan membuat sembuh glaukoma sebelum akan kehilangan penglihatan jangka panjang terjadi.

Jika Anda berusia di atas 40 tahun dan punyai riwayat penyakit keluarga, Anda wajib mendapatkan kontrol mata lengkap berasal dari dokter mata setiap 1 hingga 2 tahun. Jika Anda punyai persoalan kebugaran layaknya diabetes atau riwayat keluarga dengan glaukoma atau berisiko pada penyakit mata lainnya, Anda bisa saja wajib lebih kerap melakukannya.

Penyakit ini adalah hasil berasal dari rusaknya intrinsik saraf optik yang mengarah ke tekanan cairan tinggi di bagian depan mata. Biasanya, cairan yang disebut aqueous humor itu mengalir nampak berasal dari mata Anda lewat saluran layaknya mesh. Jika saluran ini tersumbat, cairan menumpuk. Alasan penyumbatan tidak diketahui, tapi dokter mengerti itu sanggup diwariskan, yang berarti diturunkan berasal dari orangtua kepada anak-anak.

Penyebab yang tidak cukup lazim termasuk cedera tumpul atau kimiawi pada mata, infeksi mata yang parah, pembuluh darah yang tersumbat di di dalam mata, dan kondisi peradangan.

Kondisi ini jarang terjadi, tapi kadangkala operasi mata untuk memperbaiki kondisi lain sanggup menyebabkannya. Ini kebanyakan mempengaruhi ke-2 mata, tapi bisa saja lebih tidak baik di satu mata daripada yang lain.

Postingan Terpopuler

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *